Abu PLTU Berguna untuk Infrastruktur & Perumahan
INILAHCOM, Jakarta - Tiga kementerian menandatangani nota kesepahaman (MoU) kerja sama pemanfaatan fly ash (abu terbang) dan bottom ash (abu dasar) dari PLTU Batubara untuk infrastruktur dan perumahan.
Ketiga kementerian tersebut adalah Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Kementerian Kehutanan dan Lingkungan Hidup (KLH) dan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat.
Kata Dirjen Ketenagalistrikan, Kementerian ESDM Jarman, sesuai Peraturan Pemerintah No 101/2014 tentang Pengelolaan Limbah B3, bahwa fly ash (abu terbang) dan bottom ash (abu dasar) sebagai limbah B3 yang memerlukan perizinan di setiap tahapan pengelolaan limbah B3, yaitu izin penyimpanan, izin pengumpulan, izin pengangkutan, izin pemanfaatan, izin pengolahan, dan izin penimbunan.
"Penjelasan di PP-nya disebutkan bahwa apabila fly ash dan bottom ash ditangani dengan model sekarang untuk pembangkit listrik batubara yaitu untuk semen. Fly ash-nya atau kalau tidak dipakai untuk semen, dia harus direfill maka sudah proper penanganan B3-nya," ujar Jarman di Jakarta, Jumat (16/10/2015).
Jarman mengemukakan, saat ini, pemerintah mempunyai program kelistrikan 35.000 MW di mana mayoritas PLTU ini berbasis batubara, maka pemakaian batubara yang sekarang mencapai 80 juta ton per tahun, dengan adanya program 35.000 MW akan naik menjadi 190 sampai 200 juta ton per tahun.
"Kalau 5 persen dari pemakaian batubara itu menjadi limbah B3 berarti mencapai 9 juta ton per tahun limbahnya. Nah ini kan perlu ditangani limbahnya," tutur Jarman.
Saat ini, kata Jarman, banyak pabrik semen memanfaatkan limbah tersebut, kata Jarman, masih perlu dicarikan solusi lain. "Kalau di pulau Jawa, banyak pabrik semen yang sudah memanfaatkan fly ash," ujar Jarman.
Dengan bertambahnya limbah tersebut, lanjut Jarman, mungkin volume yang dipakai oleh pabrik semen terbatas. "Sebab itu, Kementerian PUPR dan Balitbang melakukan kajian bahwa fly ash itu bisa dipakai untuk campuran bahan baku jembatan, jalan maupun bangunan. Sehingga bisa menurunkan biaya juga," terangnya.
Dia menambahkan, dengan semakin meningkatnya produksi limbah, maka limbah PLTU Batubara bisa dimanfaatkan untuk yang lebih ekonomis, di lain pihak juga bisa terkendali limbahnya.
"9 juta ton per tahun limbah PLTU Batubara bisa dipakai semua untuk bahan baku infrastruktur. Contohnya PLTU Rembang, ada tempat penampungan fly ash yang hampir ngga pernah terisi penuh. Baru diisi sedikit, diambil oleh pabrik semen. Sehingga, praktis tidak pernah terisi," katanya.[ipe]
Read More : Abu PLTU Berguna untuk Infrastruktur & Perumahan.
0 komentar:
Posting Komentar